JAKARTA - Tim pelatih angkat besi Indonesia sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Strategi ini merupakan hasil acuan dari gelaran Islamic Solidarity Games 2021 di Konya, Turki.
Dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, PB PABSI mengatakan, bakal menurunkan dua lifter di beberapa kelas. Langkah ini diambil demi menambah peluang mengamankan lebih banyak tiket ke Olimpiade.
"Misalnya untuk kelas 61kg, kita punya lifter senior Eko (Yuli Irawan) dan ada juga Ricko Saputra yang mengamankan tiga medali emas di ISG. Secara angkatan Eko jelas lebih baik, tapi Ricko juga menunjukkan peningkatan di ISG," ungkap pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja.
"Begitu juga di kelas 73kg, kita punya dua lifter. Tak cuma Rahmat Erwin Abdulah, tetapi juga ada Rizki Juniansyah yang kemarin membuktikan bisa meraih tiga emas di Konya," lanjutnya.
Dirdja menegaskan, hasil ISG 2021 di Konya akan menjadi bahan evaluasi mereka dalam menentukan strategi. Sejauh ini, performa tim angkat besi di ajang tersebut patut diacungi jempol,
Meski menurunkan skuad pelapis, tim Indonesia sukses panen medali. Mereka memperoleh 12 medali emas, tujuh perak dan 10 perunggu.
Dirdja mengaku bangga dengan apa yang diraih anak asuhnya. "Saya pribadi sebagai pelatih puas dengan hasil di ISG. Tak hanya dari segi medali, tapi juga jumlah angkatan mereka yang meningkat," tuturnya.
"Mereka menunjukkan progres dari hasil SEA Games, sehingga ISG ini memang sarana sempurna untuk mendapatkan pemanasan jelang perebutan tiket Olimpiade 2024 Paris," lanjut sang pelatih.