Ajang pesta Olahraga SEA Games atau South East Asia Games merupakan agenda besar olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara, yang dapat membantu meningkatkan kerjasama, pemahaman dan hubungan antarnegara.
Event ini terutama untuk meningkatkan kerukunan bangsa-bangsa Asia Tenggara di samping peningkatan prestasi terutama cabang-cabang olimpik dengan maksud khusus sebagai ajang turnamen awal bibit-bibit olahragawan yang akan mengikuti pesta olahraga Asia dan Dunia.
Tentu pula, ada keinginan tuan rumah, untuk mengenalkan budaya olahraga lokal agar meluas di Asia Tenggara. Dari olahraga lokal inilah, biasanya tuan rumah mendulang medali sebagai “upah” menggelar hajatan besar itu.
Indonesia mulai mengikuti SEA Games pada 1977 hingga sekarang. Masuknya Indonesia dan juga Filipina, mengubah nama SEAP atau South East Asia Peninsular Games menjadi SEA Games yang dikenal sekarang.
Sejak ikut serta di SEA Games yakni mulai 1977, Indonesia selalu mendominasi perolehan medali emas dan tampil sebagai juara umum.
Dominasi ini terputus pada 1985, Thailand yang menjadi tuan rumah merebut medali emas 92 keping, Indonesia 62 emas.
Kemudian kembali menjadi pengumpul medali emas terbanyak, dan pada 1995 kembali turun ke posisi kedua, lalu naik ke posisi pertama lagi. Pada 1999 turun ke posisi ketiga di daftar peringkat peraih medali emas.
Pada rentang 2001 hingga 2021, Indonesia tidak lagi mendominasi olahraga Asia Tenggara. Thailand dan Vietnam, lebih sering menjadi juara umum, diselingi Malaysia dan Filipina jika mereka bertindak menjadi tuan rumah.
Pada SEA Games 2021 yang diundur pelaksanaannya pada Mei 2022 karena pandemi Covid-19, Indonesia berada di posisi ketiga di bawah Vietnam, dan Thailand. Kala itu Indonesia mendapatkan 69 medali emas.
Melihat naik turunnya prestasi olahraga Indonesia, dan tren menurun pada periode
2001 hingga 2021, membuat kegelisahan insan olahraga di Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berupaya memberikan solusi. Digagaslah apa dikenal dengan nama Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Tanpa DBON, diprediksi prestasi olahraga Indonesia akan mengalami tren menurun yang tajam. Bisa saja, Malaysia dan Filipina akan menggeser Indonesia dalam klasemen perolehan medali. Di samping Singapura juga mulai bangkit melalui cabang olahraga air.
Peraturan Presiden No 86 Tahun 2021
Lahirlah PERPRES Nomor 86 Tahun 2021 mengatur mengenai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang memiliki tujuan untuk memberikan pedoman dalam penyelenggaraan Keolahragaan Nasional secara efektif, efisien, unggul, terukur, akuntabel, sistematis, dan berkelanjutan.
DBON mencakup visi dan misi, prinsip, tujuan dan sasaran, kebijakan dan strategi, serta peta jalan dalam pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional.
PERPRES ini menghapus PERPRES Nomor 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional telah dicabut oleh PERPRES Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. PERPRES Nomor 86 Tahun 2021 mulai berlaku pada tanggal 9 September 2021.
Dengan payung hukum ini, Pembangunan Olahraga Nasional melalui DBON terlihat arah dan bentuknya. Sehingga pada SEA Games 2021 (dilaksanakan pada Mei 2022), Indonesia dengan menerapkan azas efisiensi mampu mendulang 69 medali emas dan tetap bertengger di tiga besar Asia Tenggara.
Bahkan kini, pada SEA Games 2023 di Kamboja, kinerja DBON terlihat menunjukkan hasil dengan peningkatan perolehan medali emas. Hingga Senin (15/5/2023) Indonesia mengumpulkan 72 medali emas.
Capaian ini, sudah melampaui target yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo yang mengharapkan Indonesia mampu melampaui perolehan medali emas di SEA Games sebelumnya: 69 medali emas.
Sebagai tonggak pemantik dari sebuah konsep yang dirancang untuk memperkuat sektor olahraga Indonesia dari tahun 2021 hingga 2045, capaian gemilang Indonesia pada SEA Games kali ini membuktikan bahwa fondasi DBON ini telah memberikan dampak positif yang signifikan.
“DBON berfungsi sebagai landasan pembangunan olahraga nasional yang komprehensif. Konsep ini mencakup berbagai aspek, termasuk peningkatan fasilitas olahraga, pengembangan bakat, pembinaan atlet, dan dukungan penuh bagi prestasi olahraga Indonesia di tingkat regional maupun internasional,” ucap Hengky Silatang pemerhati olahraga serta pengamat olahraga tinju.
Dengan adanya DBON, Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan potensi atlet dan membangun infrastruktur olahraga yang memadai.
“Zainudin Amali, selaku inisiator DBON, telah memainkan peran penting dalam mengarahkan kebijakan dan strategi pembangunan olahraga di Indonesia,” tegas Hengky Silatang yang juga Ketua Umum PB Pertina DKI Jakarta.
Melalui upayanya yang gigih, Amali telah mendorong terciptanya atmosfer yang kondusif kemajuan olahraga Indonesia.
Selama masa kepemimpinannya, dia memfokuskan upayanya untuk meningkatkan kualitas pelatihan atlet, meningkatkan aksesibilitas fasilitas olahraga, dan memperkuat sistem pembinaan olahraga.
Prestasi yang diukir oleh tim olahraga Indonesia pada SEA Games 2023 di Kamboja adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras yang dilakukan oleh para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari DBON yang telah dicanangkan oleh Zainudin Amali.
Dengan berhasil mencapai 72 medali emas, Indonesia berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebanyak 69 medali emas. Posisi ketiga yang diraih Indonesia juga menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan olahraga di kawasan Asia Tenggara.
Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari upaya pengembangan bakat, pelatihan yang intensif, dan dukungan semua pihak dalam
kerangka DBON. Dengan adanya fondasi pembangunan olahraga yang kuat, Indonesia dapat menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Prestasi gemilang Indonesia pada SEA Games 2023 di Kamboja merupakan bukti nyata dari efektivitas DBON yang digagas mantan Menpora itu. Kini, pencapaian tersebut menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan olahraga Indonesia menuju tingkat keunggulan yang lebih tinggi.
“Prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam olahraga, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan olahraga di tingkat regional maupun internasional. Dengan prestasi yang telah dicapai, Indonesia dapat menjadikan SEA Games 2023 sebagai titik tolak untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di kancah olahraga global,” ucap Hengky.
Fondasi Pembangunan Olahraga Nasional (DBON) yang digagas oleh Zainudin Amali sedianya jika dijalankan dengan baik akan memberikan fondasi yang kuat bagi pencapaian prestasi Indonesia pada SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade.
“Seharusnya, melalui DBON, infrastruktur olahraga di seluruh negeri ini harus ditingkatkan, fasilitas pelatihan modern, dan program pembinaan atlet yang komprehensif. Kalau benar-benar dijalankan, wah cakep prestasi olahraga Indonesia. Kita tidak lagi ngomong Asia Tenggara. Tapi dunia. Dunia…!” tegas Hengky.
Di ujung pengamatannya Hengky menutup dengan kalimat yang perlu mendapatkan apresiasi. “Kini Pak Zainudin Amali tidak lagi menjadi Menpora, namun warisan dari Zainudin Amali kita lihat dalam cetak biru DBON. Ini harus dilanjutkan.
Menpora yang baru harus melanjutkan program yang baik ini. Sayang kalau tidak dilanjutkan. Lagi pula tinggal dijalankan karena sudah ada Peraturan Presiden yang mengatur DBON. Ini bukan gagasan asal corat-coret. Harus dilanjutkan,” tutup Hengky. ***