Sportify.id - Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong merasa ada hal yang aneh sebelum pertandingan melawan Qatar. Dalam perjalanan menuju stadion Jassim bin Hamad, Doha perjalanan menjadi lama dan membuat situasi tidak nyaman.
Dengan waktu perjalanan yang menjadi lebih lama dibanding perjalanan sebelumnya membuat skuad Garuda Muda terlambat datang ke stadion.
"Kemarin satu hari sebelum pertandingan saat melakukan sesi familiarization di stadion, kami hanya membutuhkan tujuh menit perjalanan dari hotel ke stadion via bus. Namun, tadi perjalanan mencapai 25 menit untuk ke stadion," ungkap Shin Tae-yong.
Situasi tak nyaman juga kembali menghampiri timnas Indonesia saat pertandingan menghadapi Qatar. Sepanjang pertandingan, wasit yang memimpin pertandingan dilaga tersebut banyak membuat keputusan yang merugikan untuk Indonesia.
Dua pemain timnas Indonesia mendapat kartu merah dari wasit Nasrullo Kabirov. Keduanya adalah Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta.
“Saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang pemain yang kena kartu merah, saya kehabisan kata-kata. Sepak bola tidak seharusnya dimainkan seperti ini. Kartu merah pertama kami, tidak ada kontak sama sekali. Mengapa mereka tidak memakai VAR dalam situasi seperti ini?” tambah Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong menyebut, jika hal seperti ini terjadi di Indonesia, wasit akan menjadi bahan lelucon.
“Fans menyaksikan pertandingan ini melalui televisi. Jika Anda memakai wasit seperti ini, kalau di Indonesia, itu akan dianggap Anda ingin membuat lelucon. Pelatih juga punya mata, melihat dari bench sepanjang pertandingan,” jelasnya.
Dalam pertandingan laga perdana Grup A Piala Asia U-23 ini timnas Indonesia harus takluk 0-2 dari Qatar. Dengan hasil ini membuat timnas Indonesia untuk sementara berada di dasar klasemen Grup A.
Dengan situasi yang membuat ketidaknyamanan diskuad Garuda Muda itu membuat PSSI bergerak cepat dan akan melayangkan protes resmi ke AFC.
Menurut Erick sebagai federasi, PSSI punya otoritas untuk menyampaikan protes resmi. Apalagi ada beberapa episode dalam pertandingan yang merugikan timnas Indonesia.
"Kita sebagai federasi akan melayangkan protes terkait performa wasit. Kalian lihat seluruh rakyat Indonesia, netizen sosial media, semua sama kita. Karena mereka tahu, ini bukan game yang fair. Tapi kita masih punya dua game. Kita fight di atas lapangan," ujar Erick.