Jakarta - Partai panas bakal tersaji di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023. Arema FC akan menghadapi musuh bebuyutan mereka, Persebaya Surabaya.
Derbi Jawa Timur ini memang selalu berlangsung panas. Bahkan, itu sudah terjadi jelang laga, saat pertandingan, hingga pertandingan berakhir.
Tak hanya pemain kedua tim yang saling berhadapan, suporter pun beberapa kali terlibat bentrokan di luar lapangan.
Tak ingin kecolongan, panitia penyelenggara (Panpel) Arema FC langsung mengambil langkah antisipasi. Satu di antaranya adlah menggelar rapat koordinasi dengan Aremania.
"Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Aremania, setidaknya ada 8 poin dari hasil rakor tersebut. Hal itu semata-mata dilakukan untuk kepentingan bersama dan menjaga Malang Raya tetap kondusif,” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dalam laman resmi klub.
Salah satu isi poin dari hasil rakor itu adalah menolak dengan tegas kehadiran suporter Persebaya di Stadion Kanjuruhan.
Berikut ini adalah delapan poin rapat koordinasi Aremania dan panpel:
1. Panpel Arema FC setelah melakukan koordinasi dengan Aremania sepakat untuk tidak memberikan kuota untuk supporter tim tamu, Persebaya hal ini sesuai dengan perjanjian yang disepakati di Polda Jatim pada 2006 lalu yang menyebutkan bahwa kedua supporter tidak saling mengunjungi.
2. Tidak ada sweeping Plat L maupun sejenisnya ketika pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.
3. Aremania menyatakan siap menerapkan hukum adat Aremania jika ada aksi anarkis, copet dan masuk stadion tanpa tiket.
4. Aremania menyerukan kepada tim Arema FC bahwa laga lawan Persebaya wajib dimenangkan.
5. Aremania meminta bantuan kepada kepolisian untuk melakukan pengawalan pada Aremania luar kota yang menyaksikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.
6. Saling membantu Menyiapkan konsumsi berupa nasi bungkus untuk Aremania luar kota dan mengatur kepulangannya berkoordinasi dengan pihak keamanan dan jika diperlukan bisa menginap di stadion kanjuruhan.
7. Mendorong pihak berwajib, manajemen Arema FC untuk menertibkan akun-akun sosial media yang melakukan tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab. Aremania mendesak admin akun sosial media untuk bertemu dan saling sharing dengan manajemen dan Aremania.
8. Demi keamanan, Aremania memohon kepada pihak keamanan untuk melakukan sweeping di pintu-pintu masuk agar tidak tidak adanya penyusup yang berpotensi adanya kericuhan.