Sportify.id - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) semakin agresif memburu tanda tangan Pep Guardiola untuk mengisi kursi pelatih kepala Timnas Italia yang kosong sejak mundurnya Gennaro Gattuso pada April lalu. Langkah ini menjadi bagian dari proyek revolusi besar-besaran yang dirancang FIGC usai Gli Azzurri gagal tembus putaran final Piala Dunia sebanyak tiga kali beruntun, termasuk edisi 2026 di Amerika Utara.
Proses pendekatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Teknis FIGC yang baru, Paolo Maldini, bersama penasihatnya Leonardo. Keduanya dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Barcelona selama tiga hari untuk bertemu Guardiola secara tertutup, jauh dari sorotan publik.
Menurut laporan Sky Sport Italia, pertemuan tersebut bertujuan mengukur kesediaan mantan pelatih Manchester City itu memimpin proyek jangka panjang Timnas Italia.
Guardiola sendiri baru berstatus bebas usai mengakhiri satu dekade kariernya bersama Manchester City pada akhir musim 2025-2026. Pelatih berusia 55 tahun itu sempat menyatakan keinginannya untuk menikmati masa istirahat guna memprioritaskan keluarga setelah dua dekade berkarier tanpa jeda sejak usia 37 tahun.
Namun begitu, ia juga mengaku memiliki ambisi untuk suatu saat menangani tim nasional di ajang seperti Piala Dunia, Piala Eropa, atau Copa America.
Mengenai gaji, laporan Sky Sport Italia menyebut klub-klub Serie A siap membantu pembiayaan agar persoalan finansial tidak menjadi penghalang, mengingat Guardiola disebut menerima gaji mendekati 25 juta euro bruto per musim di City. Presiden FIGC dikabarkan telah mengonfirmasi adanya diskusi resmi dengan Guardiola, meski keputusan akhir belum diambil.
Jika negosiasi dengan Guardiola menemui jalan buntu, FIGC telah menyiapkan sejumlah nama alternatif seperti Roberto Mancini, Andrea Pirlo, hingga Antonio Conte yang disebut sudah mencapai kesepahaman awal dengan federasi.
Italia sendiri akan menjalani laga Nations League melawan Belgia pada 25 September mendatang di Stadio Olimpico Roma. Italia juga tergabung dalam grup yang cukup berat bersama Turki dan semifinalis Piala Dunia 2026, Prancis.
Pengumuman kepastian pelatih baru diharapkan terjawab dalam waktu dekat, seiring tenggat waktu yang kian mendesak menjelang agenda kompetisi resmi berikutnya.