Euro 2024 (Foto: Pinterest)

Catatan Sepak Bola Dr. Adhiwarman: Tak Sabar Menunggu Piala Eropa 2024

Sportify.id - Kurang dari 2 setengah bulan lagi, EUFA akan melaksanakan Piala Eropa 2024 di Jerman pada 14 Juni-14 Juli 2024.  Ini adalah gelaran ke 17 sejak 1960. Jerman dan Spanyol merupakan juara terbanyak, 3 kali mengangkat piala Henry Delauney. Disusul Italia  dan Perancis yang menjadi kampiun 2 kali. Sisanya, Rusia (dulu Uni Sovyet), Ceko (dulu Cekoslowakia), Belanda, Denmark, Portugal dan Yunani yang menjadi juara.

 

Ada 24 negara yang lolos ke putaran final Piala Eropa 2024 yang terbagi ke dalam 6 grup. Berbeda dengan Piala Dunia, Piala Eropa berisikan tim-tim yang secara relatif tidak jauh kemampuannya. Bahkan beberapa memunculkan kejutan. 

 

Denmark yang sebenarnya tidak lolos, menjuarai Piala Eropa 1992. Saat itu tim Denmark memiliki kekuatan pada kiper Manchester United, Peter Schmeichel, playmaker Brian Laudrup (Bayern Munchen), dan striker Lyngby, Henrik Larsen. 

 

Kejutan berikutnya adalah Yunani yang berhasil menjadi juara pada Euro 2004 di Portugal. Yunani menundukkan tim tuan rumah, 1-0 lewat gol Angelos Charisteas. Yunani memainkan taktik defensif dengan serangan balik atau melalui set piece. Semua kemenangan Yunani hanya dengan satu gol.  

 

Selebihnya adalah perjalanan negara-negara kuat Eropa untuk menjuarai Piala Eropa. Belanda bermain menawan dan juara di tahun 1988. Belanda sangat kuat saat itu. Di bawah mistar ada kiper tangguh Hans van Brekeulen. Di depan ada libero dahsyat, Ronald Koeman. Gelandang Belanda luar biasa, diisi oleh gelandang bertahan Jan Wouters, sayap Erwin Koeman dan Gerald Vanenburg, gelandang senior berpengalaman Arnold Muhren, duet maut penyerang  Ruud Gullit-Marco van Basten (Ajax). 

 

Di saat itu van Basten adalah bintang turnamen. Gol ajaibnya ke gawang Rinat Dassayev (Uni Soviet). Tendangan voli van Basten dari sudut sempit di sisi kiri gawang Dassayev. Gol van Basten termasuk gol terbaik di dunia.  Pemain pelapis pun luar biasa. Ada penyerang Wim Kieft, sayap John van t’ Schipt.

 

Delapan tahun sebelumnya, Jerman Barat mengalahkan Belgia 2-1 lewat 2 gol Horst Hrubesch (Hamburg SV). Jerman saat itu kuat dengan adanya dua gelandang hebat, si jenius Bernd Schuster (Barcelona) dan Karl Heinz Rummenigge (Bayern Munchen). Lawannya, Belgia pun memiliki generasi emas. Ada kiper Jean Marie Pfaff, bek hebat Eric Gerets (Standard Liege), gelandang Rene Vandereycken (Club Brugge), penyerang jangkung dan besar Jan Ceulemens (Club Brugge). 

 

Euro 1984 adalah kejayaan Perancis dengan kegemilangan barisan gelandang seperti  Michel Platini (Juventus), duo Bordeaux Jean Tigana  dan Alain Giresse, Didier Six (Mulhouse). Masih ada Luis Fernandez (PSG), Bernard Genghini (Monaco). Uniknya, Perancis tidak memiliki penyerang tajam saat itu. Dominique Rocheteau (PSG) memiliki catatan 15 gol dari 49 pertandingan untuk Perancis dan Bernard Lacombe (Bordeaux) mencatat caps 38 dengan 12 gol penyerang medioker.  

 

Euro 1996 di Inggris, Jerman berhasil menjadi juara dengan mengalahkan Republik Ceko. Saat itu Republik Ceko memiliki generasi emas, terutama di lapangan tengah, Pavel Nedved (Sparta Praha), Patrick Berger (Borrusia Dortmund), Karl Poborsky (Slavia Praha), Jan Nemec (Schalke), Vladimir Smicer (Liverpool). 

 

Jerman memiliki striker tajam Jurgen Klinsmann (Bayern Munchen), dan Oliver Bierhoff (Udinese), gelandang Thomas Hassler (Karlsruhe), bek Mattias Sammer (Borrusia Dortmund). Dua gol dari Bierhoff menghentikan perlawanan  Republik Ceko. Saat itu aturan gol emas diterapkan. 

 

Euro 2000 merupakan pameran kekuatan Perancis. Setelah memenangkan Piala Dunia 1998, Perancis melanjutkan kejayaannya dengan mengalahkan Italia 2-1 dengan gol emas David Trezeguet (Monaco.  Kehebatan barisan gelandang seperti Zineddin Zidane (Juventus), Didier Deschamps (Juventus), duo Arsenal Emmanuel Pettit dan  Patrick Vieira. 

 

Di belakang ada nama-nama hebat,  Marcel Desailly (Chelsea), Lilian Thuram (Parma), Laurent Blanc (Inter Milan). Di bawah mistar ada kiper tangguh Fabien Barthez (Manchester United). 

 

Dua edisi Euro 2008 dan 2012, Spanyol tidak terhentikan untuk meraih semua trofi mayor. Punggawa Barcelona yang memainkan possesion ball tiki taka dengan false 9 tidak dapat ditebak dan dikalahkan lawannya. 

 

Duo Barcelona Xavi dan Iniesta merupakan dua dinamisator lapangan tengah Spanyol. Carles Puyol  (Barcelona) memimpin barisan belakang untuk menetralkan semua serangan lawan. Kiper Iker Casillas bagai tembok bagi lawan untuk melesakkan bola ke gawangnya. 

 

Euro 2016, final mempertemukan dua kekuatan besar Eropa, Perancis dan Portugal.  Portugal mengalahkan tuan rumah Perancis dengan gol tunggal dari Eder. Cristiano Ronaldo akhirnya memenangi trofi bersama tim nasional Portugal. 

 

Perancis lebih dominan dalam pertandingan tersebut. Perancis memiliki catatan 18 tembakan ke gawang berbanding 10 dari Portugal. Penguasaan bola pun lebih unggul dengan 57%. Operan yang dilakukan Perancis mencapai 725  berbanding 577 milik Portugal. Di bawah tekanan Perancis, Portugal mampu mencetak gol di babak tambahan melalui tendangan Eder dari luar kotak 16 meter.

 

Euro 2020 merupakan kebangkitan sepakbola Italia. Roberto Mancini mengubah pola permainan Italia dari defensif ala catenaccio menjadi agresif dengan mengoptimalkan sayap lincah seperti Federico Chiesa (Juventus) di kanan dan Lorenzo Insigne (Napoli) di kiri, Nicolo Barella (Inter Milan) di tengah dan gelandang serang Matteo Pessina (Atalanta). 

 

Di belakang ada  duet tangguh bek Juventus Giorgio  Chiellini dan Leonardo Bonucci. Gianluca Donnaruma (tanpa klub) mengawal gawang Italia. Ciro Immobile (Lazio), mengisi line up penyerang bersama Andrea Belotti (Torino), Giocomo Raspadori (Sassuolo). 

 

Italia memamerkan permainan agresif dengan melesakkan 3 gol ke gawang Turki, Swiss dan 1 gol ke gawang Wales  tanpa kebobolan sama sekali.  Pembuktian kekuatan Italia terjadi pada babak knock-out, mengatasi Austria dan Belgia dengan skor 2-1, mengalahkan Spanyol (4-2) lewat adu penalti setelah bermain 1-1 di babak normal dan tambahan. Di final Italia mengalahkan Inggris, juga melalui adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1.

 

Euro 2024? Ada beberapa negara kandidat juara. Perancis dengan Kylian Mbappe yang kian matang menjadi kandidat kuat juara. Kegagalan di final Piala Dunia 2022 lalu pasti masih membekas pada Mbappe dan kawan-kawan. 

 

Perancis menjadi tim matang, Inggris pun layak disebut lantaran memiliki Jude Bellingham (Real Madrid), Bukayo Saka (Arsenal), Phillip Foden (Manchester City), Harry Kane (Bayern Munchen), Marcus Rashford (Manchester United), bek Harry Maguire (Manchester United). 

Kegagalan di final Euro 2020 memotivasi Inggris untuk sukses di Piala Eropa 2024. 

 

Tuan rumah Jerman memiliki skuad yang tangguh dengan diisi nama-nama seperti bek  Joshua Kimmich (Bayern Munchen), Antonio Rudiger (Real Madrid) gelandang Ilkay Guendogan (Barcelona), Toni Kroos (Real Madrid), penyerang berpengalaman Thomas Muller (Bayern Munchen).

 

Berikutnya adalah Spanyol. Dani Olmo (RB Leipzig), Rodri (Manchester City), Belgia dengan Romelu Lukaku (Inter Milan), Jan Vertonghen (Anderlecht), Leandro Trossard yang tengah bermain bagus di Arsenal. 

 

Runner-up Piala Dunia 2018 dan seminfinalis Piala Dunia 2022 Kroasia pun punya peluang untuk melaju hingga ke puncak.  Modalnya adalah barisan gelandang berpengalaman seperti Luka Modric (Real Madrid), Mateo Kovacic (Manchester City, Marcelo Brozovic (Al Nassr) dan Mario Pasalic ( Atalanta), kiper Dominika Livakova (Fenerbahce), Ivan Perisic (Hadjuk Split). Kendala Kroasia adalah usia pemain kunci sudah berkepala 3. 

 

Italia, tentu saja sebagai juara bertahan patut disebut. Tetapi perjalanan menuju putaran final Euro 2024 sebagai runner-up di bawah Inggris. Kegagalan dua kali berturut-turut menembus ajang Piala Dunia merupakan catatan meragukan kans Italia di Euro 2024. 

 

Juara Euro 2016, Portugal layak dimasukkan sebagai kandidat juara. Masih ada Cristiano Ronaldo (Al Nassr), Joao Felix (Barcelona), duo gelandang EPL, Bruno Fernandes dan Bernardo Silva, bek senior Pepe (Porto). Pepe akan coba dieksploitasi oleh penyerang-penyerang muda timnas lain.

 

Semifinalis Piala Dunia 2022, Belanda pun masih memiliki skuad yang tidak jauh berbeda. Masih ada Virgil van Dijk (Liverpool), Memphis Depay (Atletico Madrid), Cody Gakpo (Liverpool). Seru untuk ditunggu perjalanan tim-tim tersebut. 

 

Penulis: Dr. Adiwarman, S.Sos., S.H., M.H., Dosen Universitas Indonesia

    Terbaru

    Terkait