Sportify.id - Absennya Benjamin Sesko hingga setidaknya Januari 2027 menambah tantangan bagi Manchester United dalam menjaga produktivitas lini serang ditengah situasi buruk yang mendapat rentetan hasil negatif. Cedera tulang kering yang dialami penyerang Slovenia tersebut membuat klub harus mengandalkan pemain lain untuk mengisi peran yang selama ini diharapkan menjadi salah satu sumber gol tim.
Dikutip dari detik.com Sesko diperkirakan tidak dapat kembali bermain hingga Januari 2027 mendatang. Sesko sebelumnya mengalami persoalan pada tulang kering menjelang akhir musim lalu. Masalah itu berlanjut hingga pramusim dan memengaruhi kesiapan sang pemain untuk menjalani kompetisi.
Pada saat musim kompetisi 2026/27 berjalan, ia baru tampil sebanyak enam kali di semua kompetisi dan total mencetak dua gol. Setelah itu dirinya harus menepi karena cedera yang dideritanya dan membuatnya harus absen lama.
Kondisi tersebut menjadi persoalan karena Manchester United membutuhkan penyerang yang dapat memberikan ancaman langsung di kotak penalti. Ketika Sesko tidak tersedia, pelatih harus mengatur ulang komposisi lini depan dan mencari cara agar produktivitas tim tetap terjaga.
Melansir laporan The Times Sesko baru saja melanjani pemeriksaan oleh tim medis dan spesialis mengarah diputuskan untuk memberikan waktu istirahat lebih panjang. Belum ada keputusan bahwa Sesko harus menjalani operasi.
Langkah pemulihan tersebut menunjukkan pentingnya memastikan kondisi pemain benar-benar membaik sebelum kembali merumput. Klub tentu tidak ingin mengambil risiko yang berpotensi membuat cedera berulang dan memperpanjang masa absennya.
Di sisi lain, situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kedalaman skuad Manchester United. Tim yang bersaing di level tertinggi membutuhkan lebih dari satu opsi untuk setiap posisi penting, terutama di lini depan yang sangat bergantung pada kebugaran dan konsistensi pencetak gol.
Ketika penyerang utama tidak dapat dimainkan, kontribusi gelandang serang dan pemain sayap menjadi semakin menentukan. Mereka harus mampu menciptakan peluang, masuk ke kotak penalti, serta memaksimalkan kesempatan yang tersedia.
Bagi Manchester United, periode hingga Januari akan menjadi ujian terhadap kemampuan tim beradaptasi dengan keterbatasan pemain. Pelatih perlu mencari solusi taktis tanpa mengorbankan keseimbangan permainan.
Disisi lain, Sesko harus memusatkan perhatian pada proses pemulihan. Kembalinya sang penyerang dalam kondisi bugar akan jauh lebih bermanfaat daripada memaksakan penampilan sebelum masalah fisiknya benar-benar teratasi.