Jakarta - Chelsea tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan rasisme yang menimpa pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min. Chelsea memastikan akan memberi tindakan tegas kepada pelaku.
Peristiwa rasisme itu diyakini terjadi saat Chelsea menjamu Tottenham di Stamford Bridge, Minggu (14/8/2022). Saat itu, sejumlah suporter melakukan tindakan tak terpuji itu saat Son melakukan sepak pojok.
Dalam keterangan resmi mereka, Chelsea menyebut segala bentuk prilaku diskriminatif benar-benar tak pantas dilakukan.
"Hal tersebut tak memiliki tempat di Chelsea maupun di komunitas lainnya," demikian pernyatan klub di situs resmi.
Klub berjuluk The Blues itu juga menilai, tindakan ini telah mempermalukan klub, pemain dan suporter sejati mereka. Chelsea tak mentolerir perilaku diskriminatif ini.
"Namun, masih ada orang seperti ini yang mengaku sebagai 'penggemar' yang mempermalukan Chelsea, manajer kami, pemain, staf dan pendukung sejati kami," lanjut pernyataan tersebut.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya suporter Chelsea terjerat kasus rasisme. Pada Juli 2019, klub menjatuhkan sanksi larangan masuk ke Stamford Brigde seumur hidup kepada satu suporter.
Dia terbukti melakukan serangan rasial terhadap Raheem Sterling yang kala itu masih berstatus pemain Manchester City.
Pada 2015, ada lima suporter Chelsea yang juga dijatuhi sanksi yang sama karena melakukan tindakan rasisme kepada pendukung Paris Saint-Germain saat kedua tim bertemu di Liga Champions.