MILAN - Demi merebut gelar Scudetto, Inter Milan menitipkan harapan kepada Sassuolo di pekan terakhir Liga Italia Serie A, Minggu (22/5/2022).
Bukan tanpa sebab, pada pekan ke-38 Serie A, Sassuolo dijadwalkan akan melawan AC Milan. Inter berharap I Neroverdi bisa mengalahkan Rossonneri di pertandingan tersebut.
Kekalahan Milan dari Sassuolo tentu akan mempermudah Inter merebut Scudetto. Pasalnya Milan dan Inter hanya berselisih dua poin saja di klasemen Serie A hingga pekan ke-37.
Milan berada di puncak klasemen dengan koleksi 83 poin. Ditempel ketat Inter di posisi kedua yang mengantongi 81 poin.
Perolehan poin kedua tim masih ketat setelah kompak meraih kemenangan di laga pekan ke-37. Milan mengatasi perlawanan Atalanta dengan skor 2-0. Sedangkan Inter menggasak Cagliari dengan kemenangan 3-1.
"Sassuolo adalah tim yang sangat bagus, mereka banyak memiliki banyak talenta individu. Saya mengharapkan akhir musim yang sangat terbuka untuk Scudetto," kata pelatih Inter Simone Inzaghi kepada DANZ.
Namun untuk merealisasikan gelar Scudetto, Inter tak cukup hanya berharap Sassuolo mengalahkan Milan. Nerazzuri juga wajib merebut kemenangan dari Sampdoria di laga terakhir.
Inzaghi pun masih menyimpan optimisme Inter bisa bertarung memperebutkan Scudetto hingga detik terakhir. Rasa optimisme itu berkaca kepada momen saat Inzaghi meraih juara Liga Italia bersama Lazio musim 1999/2000.
Saat itu, Lazio berhasil melangkahi Juventus di pekan terakhir Liga Italia. Inzaghi bersama Lazio memanfaatkan kekalahan 0-1 Juventus dari Perugia dengan kemenangan 3-2 atas Bologna.
Alhasil, Lazio sukses merebut gelar Scudetto musim 1999/2000 setelah mereka unggul satu poin di klasemen akhir. Kemenangan membuat Lazio finis dengan 72 poin, sedangkan Juventus di tempat kedua dengan 71 poin.
"Tentu kami tertinggal, jadi kami butuh kemenangan dan mereka kalah. Itu pernah terjadi sebelumnya, saya menang dengan Lazio ketika kami tertinggal dua poin dan Juventus kalah dari Perugia, jadi itu bisa terjadi lagi," pungkasnya.