Sportify.id – Komite Wasit PSSI melakukan evaluasi terhadap para wasit yang memimpin pertandingan di Liga 1. Hasil dari rekapitulasi selama 13 pekan berjalannya Liga 1 memustuskan bahwa para wasit ini perlu di didik dan dilakukan pembinaan oleh PSSI.
Pembinaan yang dimaksud oleh komite wasit PSSI adalah nantinya para wasit ini alan diberikan kesempatan beristirahat dan mengevaluasi dirinya atas kinerja mereka dalam memimpin pertandingan.
Untuk kedepannya Komite Wasit PSSI tidak lagi menggunakan istilah hukuman atau sanksi bagi para wasit yang bertugas. Keputusan ini telah melalui kerjasama dengan JFA, PSSI bersama dengan JFA dan dibantu oleh FIFA, menyusun sistem evaluasi yang terdiri dari 3 tahap, untuk setiap pertandingannya. Tahapan pertama adalah penilaian dari Penilai Wasit dilapangan kemudian penilaian dari Tim Evaluasi PSSI dan penilaian dari JFA.
“Wasit yang membuat keputusan pada level yang sama dengan pemain (top level), dituntut untuk dapat mengobservasi sebuah insiden dari sudut pandang dan jarak yang sesuai, dan juga dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya. Posisi dan tanggung jawab sebagai wasit, juga membutuhkan pemahaman yang cukup akan setiap detail kejadian didalam lapangan,” ujar Yoshimi Ogawa, Wakil Ketua Komite Wasit PSSI seperti dikutip dari laman PSSI. Rabu, (4/10/2023)
“Saya percaya bahwa kesalahan yang dilakukan wasit dalam suatu pertandingan, disebabkan karena masih kurangnya implementasi dan pemahaman akan hal-hal tersebut, dan kami di Komite Wasit, memohon maaf,” tambahnya.
“Oleh karena itu, kami di Komite Wasit PSSI, akan selalu mendidik mereka, dengan cara memberikan mereka masukan teknis setiap pekannya. Pembinaan wasit memiliki konsep yang sama dengan pembinaan pemain, yaitu jam bermain. Wasit membutuhkan jam terbang untuk memimpin pertandingan, kesempatan harus diberikan kepada mereka”, lanjut Ogawa.
Komite Wasit PSSI menyebut penghentian kinerja kepada wasit sifatnya hanya sementara dan wasit yang mendapatkan penghentian kinerja bukanlah merupakan suatu hukuman, akan tetapi memberikan waktu untuk wasit merefleksikan kesalahan dan mendapatkan edukasi.
“Ke depan, Komite Wasit tidak akan menggunakan kata-kata dihukum, akan tetapi akan menggunakan kata-kata memberikan waktu dan edukasi kepada Wasit. Akan tetapi, waktu yang diberikan juga pastinya kami batasi, dan ini akan kami buktikan di tengah musim untuk memberlakukan sistem promosi dan degradasi wasit Liga 1 dan Liga 2, sesuai dengan performa mereka.” tutup Ogawa.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyadari bahwa kinerja perangkat pertandingan terutama wasit merupakan kunci dan tolak ukur bagi berkembangnya sepakbola di suatu negara. Hal ini tentu merupakan suatu tantangan dan membutuhkan waktu, pemahaman serta kerjasama dari semua pihak.
Dengan dilakukannya evaluasi dan pembinaan kepada para wasit ini, PSSI berharap sepak bola Indonesia akan terus semakin berkembang.
Para wasit yang bertugas memimpin jalannya Liga 1 pun juga diharapkan bisa memperbaiki performa dirinya dalam memimpin setiap pekannya.