Didier Deschamps menjadi pemain dan pelatih terakhir yang menjuarai piala dunia setelah Mario Zagalo dan Franz Beckenbauer I(foto:twitter)

Inilah Pesepakbola yang Berhasil Meraih Juara Piala dunia Sebagai Pemain dan Pelatih

Sportify.id - Menjadi juara Piala Dunia merupakan mimpi dari hampir semua pemain sepakbola. Pencapaiaqn karir seorang pesepakbola profesional kurang lengkap kalau belum berhasil meraih gelar juara Piala Dunia.

Perjalanan panjang seorang pesepakbola meraih gelar juara Piala Dunia tidak bleh dianggap enteng, karena persaingan dalam membela sebuah negara dalam Piala Dunia sungguh berat.

Kalaupun bisa mewakili negaranya seorang pesepakbola harus bekerja keras dan bekerjasama dengan rekan senegaranya untuk bisa lolos babak kualifikasi dan kemudian jika lolos ke putaran final bersaing dengan banyak negara lagi dari semua benua di dunia untuk menjadi yang terbaik.

Selain pemain, peran pelatih juga sangat sentral dalam membawa sebuah negara menjadi juara piala dunia. Hampir semua pelatih di dunia berasal dari pemain sepakbola profesional.

Beberapa negara ada juga yang menggunakan jasa pelatih asing untuk membawa sepakbola negara tersebut meraih prestasi. Tapi sangat jarang ada seorang pesepakbola yang dalam karirnya sebagai pemain berpreswtasi dan berlanjut saat menjadi pelatih negara asalnya kemudian meraih sukses.

Para pemain sepakbola yang berhasil mengangkat trophi Piala Dunia  sebagai pemain tapi saat menjadi pelatih bisa mengantarkan negaranya menjadi juara dunia sejauh ini baru ada tiga orang yang mampu melakukan hal tersebut. 

Berikut tiga nama pesepakbola yang berhasil meraih Juara Piala Dunia sebagai pemain dan juga meraih juara Piala Dunia sebagai pelatih negaranya bahkan dua pemain terakhir merupakan kapten kesebelasan negaranya.

Mario Zagalo

Mario Zagalo adalah anggota Timna Brazil yang masuk generqasi emas Pele yang meraih dua gelar Juara Dunia berturut-turut yaitu tahun 1958 dan 1962.

Tim Samba Brazil meraih gelar juara piladunia untuk pertama kali tahun 1958 dan salah satu pemain yang turut membawa piala dunia yang dulu masih bernama Jules Rimet adalah Mário Jorge Lobo Zagallo. Piala Dunia 1958 yang berlangsung dari tanggal 8 Juni sampai 19 Juni 1958 diselenggarakan di Sewdia, dengan peserta 16 negara.

Brazil saat itu berada di Grup D bersama Inggris, Austria dan Uni Sovyet.Brazil dengan talenta-talenta kuar biasa seperti Pele, Garincha, Vava, Zagalo dan Kapten Hildelraldo Bellini dengan polesan pelatih Vicente Feola mampu lolos sebagai juara grup untuk melangkah ke perempat final.

Di perempat final Brazil menang atas Wales dengan skor tipis 1-0 lewat gol yang dibuat Pele. Disemifinal Brazil mengalahkan Prancis dengan skor 5-2, Pele dalam laga tersebut membuat hattrick.

Lolos ke partai final Brazil menghadapi tiuan rumah Swedia dalam laga yang berlangsung di Stadion Rasunda, Solna , Swedia 29 Juni 1958. Dalam pertandingan yang berjalan ketat dan seru itu Brazil menang 5-2 atas tuan rumah Swedia.

Pele menjadi bintang dengan membuat dua gol semenytara Mario Zagalo sukses membuat satu gol di menit ke 68 yang merupakan gol ke emoat Brazil sebelum Pele menuntaskan kemenangan Brazil dengan gol penutup di menut 90.

Mario Zagali tidak hanya sekali tapi meraih dua kali gelar juara secara beruntun untuk Brazil di Piala Dunia tahun 1962 yang berlangsung di Chile 30 Mei sampai 17 Juni 1962.

Berada di Grup 3 bersama Cekoslowakia, Spanyol dan Meksiko. Brasil maju ke perempat final sebagai juara grup dengan poin 5 hasil dua kli menang dan sekali imbang. Brazil sukses melangkah ke semifinal setelah di partai 8 besar berhasil mengalahkan Inggris 3-1 lewat dua gol Garincha dan 1 gol Vava.

Di semifinal Brazil menang atas tuan rumah Chille dengan skor 4-2  kembali Garimcha dan Vava masing-masing membuat 2 gol. Partai final mempertemukan Brazil melawan Cekoslowakia dan kemballi tim asuhan pelatih Aymore Moriera unggul 3-1.

Amarildo, Zito dana Vava membuat gol untuk membawa gelar piala dunia untuk yang kedua kali secara beruntun. Mario Zagalo tidak membuat gol di partai perempat final hingga final namun perannya sebagai penyerang sayap sangat vital terutama di tengah ketiadaan Pele yang mengaqllam cedera saat babak penyisihan grup menghadapi Slowakia.

Sebagai pemain Mario Zagalo sukses meraih dua kali gelar juara Piala Dunia, saat Piala Dunia 1970 yang diselenggarakan di Meksiko 31 Mei hingga 21 Juni 1970 Brazil kembali meraih gelar juara.

Mario Zagalo di tunjuk oleh federasi sepakbola Brazil CBF menggantikan pelatih Joao Saldanha beberapa bulan sebelum Piala Dunia berlangsung. Mario Zagalo membawa serta veteran Piala dunia 1958 dan 1962 yang waktu itu menjadi rekan satu timnya Pele untuk memimpin rekan-rekan yang lain untuk meraih hasil terbaik di Meksiko.

Berada di Grup 3 Brazil berhasil menjadi juara grup setlah meraih tiga kemenangan melawan Inggris, Rumania dan Cekoslowakia. Mario Zagalo saat itu memiliki duet mau Pele dan Jairzinho yang selalu membuat gol di tiga pertandingan Brazil saat fase grup.

Brazil tidak tertahankan untuk terus melangkah sejurus dengan itu Jairzinho penyerang Brazil juga selalu membuat gol di semua laga Tim Samba termasuk di laga final dengan mengalahkan Italia dengan skor 4-1.

Piala Dunia 1970 menjadi pembuktian Mario Zagalo yang ditunjuk sebagai pelatih dengan waktu yang tidak banyak tapi mampu meramu Timnas Brazil menjadi kekuatan yang menakutkan bagi lawan-lawannya. Pele dan Jairzinho memang berperan dalam setiap kemenangan Brazil tapi racikan Mario Zagalo menjadi pembeda Brazi yang selalu tampil atraktif di Piala Dunia 1970.

Hasil di Piala Dunia 1970 menjadikan Brazil menjadi negara yang menyimpan trophy Jules Rimet untuk selama-lamanya karena Piala Dunia kemudian dirubah menjadi Piala Dunia FIFA dan mulai di perebuatkan di Piala Dunia 1974. Mario Zagalo meraih gelar juara sebagai pelatih di usia muda yaitu 38 tahun.

Selain jadi pelatih, Mario Zagalo juga berperan dalam torehan Brazil merebut Piala Dunia 1994 saat menjadi asisten pelatih Carlos Alberto Parreira.. Mario Zagalo nyaris meraih dua kali piala dunia sebagai pelatih namun sayang di final Piala Dunia 1998 tim asuhannya kalah dari tuan rumah Prancis.

Franz Beckenbauer

Jerman Barat saat ini sudah berubah menjadi Jerman, meraih gelar Juara Duia untuk kali kedua tahun 1974 dalam  gelaran Piala Dunia yang ke  sepuluh yang berlangsung di Jerman Barat, 13 Juni hingga 7 Juli 1974.

Jerman Barat di Piala Dunia 1974 dilatih oleh Helmut Schoen tidak begitu mulus menjalani laga Piala Dunia dengan keluar sebagai runner up Grup 1 dengan poin 4 hasil dua kali menang dan sekali kalah sementara tim yang mengalahkan Jerman Barat yaitu Jerman Timur berada di puncak klasemen dengan poin sempurna 6 hasil tiga kali kemenangan.

Di babak kedua, Jerman Barat tampil mengesankan dengan meraih pimpjnan klasmen dengan meraih semua kemenangan  saat menghadapi Polandia, Swedia dan Yogoslavia.

Jerman Barat saat itu kemudian di kenal dengan tim diesel karena semakin lama semakin terus membaik penampiklannya. Pertahanna Jerman Barat juga tampil apik di bawah pimpinan sang kaisar Franz Beckenbauer. Kapten Timnas Jerman Barat franz beckenbauer berhasil meredam Total Football milik Belanda.

Belanda di Piala Dunia 1974 tampil luarbiasa dengan Johan Cruyft dan Johan Neeskens sebagai drirgen lapangan. Partai final berlangsung dengan ketat, Belanda unggul lebih dahulu lewat gol cepat Johan Neeskens.

Jerman Barat membalikkan keadaan dengan dua gol yang dibuat Paul Breitner melalui tendangan pinalti menit 25 dan Gerd Muller menit 43.

Belanda di babak kedua terus berusaha untuk merubah keadaan tapi pertahanan yang rapih dan peraqn sang kapten Franz Beckenbauer membuat Ferman barat akhirnya meraih gelar Juara Dunia utuk kali kedua. Kapten Franz Beckenbauer mengangkat trophy Piala Dunia FIFA untuk pertqama kali sebagai pemain.

Piala Dunia 1990 Italia Sang Kaisar Franz Beckenbauer ditunjuk untuk menangani Mannschact. Piala Dunia 1990 yang berlangsung 8 Juni sampai 8 Juli 1990 Timnas Jerman Barat berada di Grup D bersama Yugoslavia,Kolombia dan Uni Emirat Arab.

Jerman Barat maju ke babak kedua dengan predikat juara Grup. Franz Beckenbauer saat itu memiliki tim yang komplit dan memiliki kedalaman. Semua lini Jerman Barat diisi oleh pemain-pemain berkualitas dengan penjaga gawang Bodo Illgner, di barisan pertahanan Jurgen Kohler, Kalus Augenthaler dan Guido Buchwald.

Barisan tengah Thomas Hasler, Kapten Tim Lothar Matheaus, Piere Littsbarski. Duet penyerang Rudo Voller dan Jurgen Klinsmann membuat tim Panzer Jerman Barat menjadi kekuatan yang menakutkan.

Dibabak 16 besar Jerman Barat bertemu dengan musuh bebuyutan Belanda dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi pana itu, Jermaqn Barat berhasil menang dengan skor tipis 2-1 lewat gol Jurgen Klinsmann dan Andreas Brehme semnetara gol Belanda dibuat Ronald Koeman lewat tendangan pinalti.

Lolos dari Belanda, tim asuhan Franz Beckenbauer berhasil menumbangkan Cekoslowakia di babak perempatfinal dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Jerman Barat dibuat oleh Kapten Tim Lothar Mattheaus lewat eksekusi pinalti menit 25.

Pertandingan semifinal berlangsung ketat antara jerman Barat dan Tim Three lions Inggris yang harus diselesaikan dengan drama adu pinalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Di partai puncak, Jerman Barat menjadi juara setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 lewat gol dari tiik pinati yang dibuat Andreaas Brehme.

Dengan kemenangan ini Franz Beckenbauer menlengkapi pencapaiannya di sepakbol dengan menjadi pemain dan juga pelatih yang membawa gelar Juara Dunia menyamai pencapaian Mario Zagalo dari Brazil.

Didier Deschamps

Didier Deschamps adalah pemain Prancis yang berhasil meraih gelar Juara Dunia tahun 1998 yang berlangsung di Prancis. Piala Dunia 1998 Prancis berlangsung dari 10 Juni sampai 12 Julim1998 dengan jumlah peserta32 negara.

Tuan rumah Prancis yang dilatih oleh Aime Jacquet berada di Grup C bersama Denmark, Afrika Selatan dan Arab Saudi. Prancis melewati laga fase grup dengan hasil sempurna tiga kemenangan memasukkan sembilan gol dan hanya kemasukan 1 gol saat menghadapi Denmark dan itupun melalui tendangan pinalti  Michael laudrup.

Babak kedua dengan sistem gugur, Prancis endapat perlawanan sengit dari Paraguay. Laga berakhir dengan kemenangan tipis Prancis atas Paraguay dengan skor 1-0 lewat gol Laurent Blanc di perpnjangan waktu menit 113.

Babak Perempat final kembali dilalui oleh Didier Deschamp lewat perpanjangan waktu dan berakhir adu pinalti melawan Gli Azzurri Italia. Prancis berhasil menang dengan skor 4-3.

Partai semifinal Prancis berhasil menyingkirkan tim debutan Kroasia lagi-lagi dengan skor tipis 2-1.  Partai final menjadi pesta rakyat Prancis karena untuk pertamakalinya Prancis menjadi juara dunia sekaligus memupusw ambisi Brazil untuk menjadi juara keliamakalinya.

Kemenangan telak 3-0 Prancis melalui dua gol Zinedine Zidane dan satu gol Emanuel Petit. Didier Deschamps pun sebagai kapten tim mengangkat Piala Dunia FIFA.

20 tahun kemudian di tahun 2018 piala dunia berlangsung di Rusia 14 Juni sampai 15 Juli 2018., Didier Descamps kembali memperkuat Prancis tapi kali ini bukan sebagai pemain tapi sebagai pelatih. Didier Descamps membawa pemain yang rata-rata usia muda seperti penyerang Kylian Mbappe yang berusia 19 tahun dan Ousmand Dembele yang berusia 21 tahun. 

Pemain-pemain senior seperti Kapten sekaligus Panjaga Gawang Hugo Llioris, Penyerang Olivier Giroud dan Blaise Matuidi menjadi penyeimbang dengan pemain-pemain yang berada di usia emas seperti Antoine Griezman, Paul Pogba dan Ngolo Kante yang rata-rata berusia 27 tahun.

Menjadi juara Grup C dengan poin 7 hasil dua kali kemenangan melawan Australia dan Peru serta hasil imbang menghadapi Denmark Prancis lolos ke fase gugur.

Babak 16 besar menghadapi Argentina dengan Lionel Messi nya Didier Deschamps mampu menang dengan skor 4-3 lewat pertarungan sengit. Kylian Mbappe menjadi bintang dengan dua gol nya yang membawa Prancis lolos ke babak perempatfinal untuk menghadapi Uruguay.

Taktik jitu Didier Descamps saat menghadapi Argentina dengan menempatkan Ngolo Kante sebagai pemain sentral yang meredam Lionel Messi berbuah manis dan terus berlanjut saat menghadapi Uruguay dengan kemenangan meyakinkan 2-0. Raphael Varane dan Antoine Griezmann mebuat gol kemenangan Tim Ayam Jantan.

Semifinal Prancis harus menghadapi tim "generasi emas" Belgia. Pertarungan berjalan ketat dan tim asuhan Didier deschamps menang dengan skor tipis 1-0 lewat gol pemain belakang Samuel Umtiti di menit  51.

Partai final Prancis menghadapi tim Kuda Hitam Kroasiadalam laga yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow 16 Juli 2018.  Dalam partai final yang berlangsung dalam tempo cepat terjadi banyak gol yang skor akhir untuk kemenagan Prancis 4-2.

Hasil ini membuat Timnas Prancis menjadi dua kali juara duna setelah sebelumnya tahun 1998 di Prancis. Didier Deschamps kembali mengangkat Piala Dunia FIFA sebagai pelatih Timnas Prancis setelah sebelumnya 20 tahun lalu sebagai pemain dan Kapten Timnas Prancis.

Itulah tiga pesepakbola yang berhasil meraih juara duia sebagai pemain dan pelatih, Franz Beckenbauer dan Didier Deschamps merupakan dua pemain yang menjadi Kapten Kesebelasan Timnas Negaranya saat merengkuh gelar juara Piala Dunia FIFA.

    Terbaru

    Terkait