Final Liga Champions yang akan berlangsung pada Minggu (11/6/2023) dinihari WIB di Atatürk Olympic Stadium Istanbul, Turki, akan saling berhadapan Manchester City dari Inggris, melawan Internazionale Milan, dari Italia.
Dua tim tersebut sudah melalui jalan panjang dari penyisihan grup dan kemudian bertemu di pertandingan penentuan siapa yang akan menjadi klu terbaik di Eropa.
Pengamat sepakbola Ronny Pangemanan dalam podcast nya di channel yutub sportify menjelaskan kalau kedua tim baik Manchester City dan juga Inter Milan tim yang sama bagusnya dan kedua-duanya saat sudah di final maka mempunyai kans yang sama besar untuk menjadi juara.
Manchester City yang dalam final kali ini banyak diunggulkan untuk bisa memenangkan laga final ini namun tetap peluang memenangkan hamper sama besar, Ropan mempresentasikan 55 persen untuk Manchester City dan 45 persen untuk Inter Milan.
Menjawab pertanyaan Boy Noya terkait skema permainan kedua tim saat di final nanti, Ronny Pangemanan menyatakan kalau kedua tim akan tetap bermain dengan pola yang selama ini sudah menjadi pakem kedua tim, Manchester City pastinya akan bermain menyerang dengan kreatifitas ada di dua pemain genius Kevin De Bruyne dan sang kapten Ilkay Gundogan.
Dengan pola 3-4-2-1 racikan pelatih Pep Guardiola yang sejauh ini berhasil membawa Manchester City menjuarai Liga Premiere Inggris dan Juara Piala FA kali ini akan menuntaskan rasa penasaran penggemar Manchester City dan juga ambisi pelatih dan pemain untuk meraih juara Eropa.
“Halaand pasti akan memainkan peranan yang akan disuruh oleh Pep untuk mengacaukan perhatian permain Inter dia akan menarik pemain untuk keluar Bastomi, Acerbi dan disitulah kuncinya ada Kevin De Bruyne dan Ilkay Gundogan menjadi pemain yang akan menjebol gawang musuh,” kata Ropan dalam perbincangan INTER MILAN PERNAH JUARA, MANCHESTER CITY PENGEN BANGET, di kanal YouTube @Sportify Indonesia..
Manchester City akan bermain menyerang untuk menjebol gawang Inter Milan dengan kedalaman tim yang dimilikinya maka Pep Guardiola akan mempunyai banyak pilihan pemain yang akan dimainkan namun dari materi yang ada menurut Ronny Pangemanan Starting Eleven Manchester City saat final nanti Pep akan memainkan 3 bek Manuel Akanji, Ruben Diaz dan Kyle Walker untuk menjaga kipper Ederson Moraes, di depan bek ada dua pivot player tangguh John Stones dan Rodri.
4 pemain kreatif di depan pivot player Bernardo Silva, Jack Grealish, Kevin De Bruyne dan ?lkay Gündo?an yang akan memainkan permainan menyerang ala Pep dengan memanjakan Erling Halaand.
Lalu bagaimana dengan Inter Milan, akankah bisa mengimbangi permainan menyerang dengan intelegensia pemain milik Manchester City?
Menurut Ronny Pangemanan Somone Inzhagi pastinya sudah mempunyai gambaran skema yang akan ditampilkan, tapi Inter Milan juga mempunyai pemain yang bisa menjawab keraguan public atas Il Nerrazzurri, yakni Hakan Çalhanolu dan Nicolò Barella yang bisa memutus skema menyerang Manchester City.
Kekuatan dari Inter Milan menurut Ropan tidak bisa dipandang enteng karena sudah membuktikan dengan menjadi finalis Liga Champions Eropa.
Starting Eleven dari Inter Milan menurut Ronny Pangemanan yang akan di turunkan Simone Inzhagi dengan memainkan pola 3-5-2 posisi kipper André Onana dengan didepannya 3 bek kuat Alessandro Bastoni, Francesco Acerbi dan Matteo Darmian untuk 5 gelandang Federico Dimarco, Denzel Dumfries, Nicolò Barella, Marcelo Brozovi? dan Hakan Çalhanolu keliama pemain ini kuat dalam bertahan dan akan menyuplai serangan bagi dua penyerang yang nanti akan dimainkan yaitu Lautaro Martínez dan Edin Džeko.
Kunci dari pertandingan final nanti menurut Ronny Pangemanan adalah menyerang dan membuat gol lebih awal bagi Machester City agar bisa memenangkan pertandingan dan dua pemain genius dari Manchester City Kevin De Bruyne dan lkay Gündongan yang akan menjadi kuncinya dengan tidak mengecilkan peran pemain yang lain, namun kalau kedua pemain ini bisa diredam maka akan menjadi masalah buat Manchester City.
Nicolò Barella, Marcelo Brozovi dan Hakan Çalhanolu menurut Ropan punya kemampuan buat melakukan itu dan sangat diharapkan oleh Simone Inzhagi untuk bertahan dari serangan Man City sekaligus untuk melakukan serangan balik.
Inter Milan sejauh ini menjadi tim dengan pertahanan yang baik dan bisa melakukan serangan balik yang efektif dengan dua penyerangnya yang bisa memanfaatkan setiap moment, keberadaan Edin Džeko yang pernah bermain di Manchester City cukup menguntungkan Inter Milan.
Pertandingan final nanti akan ada pertarungan taktik dua pelatih yang berbeda gaya, Pep Guardiola selalu tampil dengan gaya menyerang dan ball possession yang baik sementara Simone Inzhagi akan bermain dengan bertahan yang efektif dengan memanfaatkan sekecil apapun peluang untuk menjadi peluangdan berbuah gol.
Saat pertandingan final semua akan mempunyai peluang yang sama sejauh ini Manchester City lebih diunggulkan atas Inter Milan, Man City sudah membuktikan menjadi tim yang kuat dalam menyerang.
Sementara Inter Milan banyak yang memperkirakan akan kesulitan dalam menghadapi Manchester City tapi pembuktian nanti akan terjawab dalam laga final siapa yang menjadi juara tim yang tampil menyerang dengan kreatifitas tinggi dari para pemainnya atau tim yang bertahan dengan kemampuan gelandang bertahannya yang baik sehingga efektif dalam melakukan serangan balik.
Simak selengkapnya di perbincangan INTER MILAN PERNAH JUARA, MANCHESTER CITY PENGEN BANGET, di kanal youtube @sportify Indonesia.
Jangan lupa Subscribe dan Like untuk mendapatkan dialog-dialong menarik lainnya, dalam menambah wawasan perkembangan olahraga lainnya.
Untuk melihat perbincangan INTER MILAN PERNAH JUARA, MANCHESTER CITY PENGEN BANGET, di kanal youtube @sportify Indonesia. Silahkan klik di sini.