Jakarta - Surat berisi rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) sempat beredar luas.
Namun, pengamat sepak bola Yohanes Sugianto mengaku terkejut melihat soft copy surat rekomendasi TGIPF yang hanya berisi beberapa potongan halaman saja.
Menurut pria yang karib disapa Bang Yo itu, validitas potongan surat berisi rekomendasi TGIPF itu layak dipertanyakan.
Pria yang juga kolumnis tersebut menganggap bahwa surat yang disebut potongan isi rekomendasi TGIPF banyak keganjilan.
Bukan hanya karena potongan halaman tertentu saja, tetapi surat itu juga tidak dibubuhi tanda tangan, logo, ataupun dilengkapi kop surat resmi TGIPF.
"Tim ini kan dibentuk pemerintah, langsung ke Presiden. Ada Keppres-nya dan diketua oleh Menteri lho, kok enggak ada validitasnya di surat itu," ungkapnya kepada awak media, Sabtu (15/10/2022).
Dengan fakta tersebut, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menganggap bahwa isi rekomendasi TGIPF yang banyak beredar itu seperti surat yang sengaja diedarkan untuk menimbulkan kegaduhan.
"Ini kesimpulan dan rekomendasi yang penting. Kalau memang disuruh bertanggung jawab, tinggal menunggu saja bagaimana nanti PSSI," ujarnya.
"Namun, soal itu benar dan tidak surat dalam bentu PDF yang banyak beredar itu, ya, layak dipertanyakan," sambung Bang Yo.
Memang, Ketua TGIPF Mahfud MD sempat mengumumkan rekomendasi, intinya ialah permintaan Presiden Joko Widodo agar proses penyelidikan tindak pidananya terus dilanjutkan.
Selain itu, juga ada permintaan berbagai pihak agar bertanggung jawab secara moral setelah Tragedi Kanjuruhan terjadi.