Jakarta - Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Muhadjir Effendy, menegaskan naturalisasi merupakan jalan terakhir dalam memperkuat tim nasional sepakbola. Dia berharap, pembinaan tetap jadi prioritas.
Dia menegaskan, pemerintah dan para pemangku kepentingan menyepakati bahwa naturalisasi hanya digunakan untuk menutup kekosongan talenta yang belum terisi bakat - bakat nasional.
Menurut Muhadjir, sikap terkait naturalisasi tersebut sudah disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI. Dalam rapat kerja itu juga hadir Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, Anggota Exco PSSI Endri Erawan, Sekjen Yunus Nusi, dan Direktur Teknik Indra Sjafri.
Pria yang juga Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan itu menekankan, parlemen menyebut naturalisasi adalah jalan paling ujung dalam membangun olahraga nasional. "Komisi X sudah sampaikan naturalisasi adalah keputusan paling ujung dalam membangun olahraga nasional. Jangan dikit - dikit naturalisasi," ujarnya.
Muhadjir menilai, naturalisasi bisa menutup peluang talenta terbaik Indonesia. Oleh karena itu, sepakbola dan basket harus segera membuat cetak biru (blue print) pengembangannya ke depan.
"Apalagi sepakbola sudah ada keppres-nya. ini akan menjadi dasar pembangunan sepakbola Indonesia," katanya.
Komisi X menyetujui rekomendasi atas nama Justin Hubner, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Jerome Beane Jr.
Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Rafael Struick merupakan calon pemain naturalisasi Tim Indonesia U-20 yang direkomendasikan pelatih Shin Tae-yong untuk Piala Dunia U-20.
Shin Tae-yong sendiri sudah memanggil ketiga pemain keturunan itu dalam training camp (TC) atau pemusatan latihan tim U-20 yang dimulai hari ini, Senin (20/3/2023). Skuad Garuda Nusantara dijadwalkan menjalani TC di Korea Selatan.