Ketum PSSI, Erick Thohir. (Foto: PSSI)

PSSI Hanya Dapat Satu Persen Saham PT LIB, Erick Thohir: Di Malaysia, Federasi Dapat 60 Persen

Jakarta - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mempertanyakan komposisi kepemilikan PT Liga Indonsia baru. Dia heran PSSI hanya memiliki saham yang jumlahnya 1 persen.

Menurut Erick, hal ini perlu diaudit. Pasalnya, di luar negeri, federasi mendapatkan porsi saham yang lebih besar.

"Hal ini juga akan diaudit, termasuk digunakan untuk kepentingan apa dan dihitung sebagai penerimaan apa di PSSI pemasukan dari saham itu. Di Malaysia, federasi sepakbola memiliki saham 60% di liganya. Tapi di Indonesia sangat demokrasi, hanya 1%," kata Erick Thohir dalam laman resmi PSSI.

"Luar biasa. Namun, saya akan tetap hormati keputusan para pendahulu kita. Saya hormati kesepakatan sebelumnya," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Erick Thohir menyayangkan ketidakkonsistenan pemberian bonus juara liga yang dilakukan operator  Oleh sebab itu, menuju musim kompetisi musim 2023 yang akan bergulir 1 Juli nanti, pihaknya akan meminta LIB melakukan audit dan menyampaikan secara terbuka mengenai pembagian kompensasi dari hak siar serta sponsor.

"Audit ini diperlukan agar terjadi kejelasan dan perbaikan pada pengelolaan keuangan pada seluruh pemangku kepentingan persepakbolaan Indonesia. Saya akan lakukan bersih - bersih (baik di Liga maupun PSSI)," kata Erick.

"Harus bisa dipertanggungjawabkan. Apa yang di Liga dan apa di PSSI. Semua harus terbuka agar tidak saling menyalahkan atau menjatuhkan. Baik Liga, PSSI, maupun Klub," lanjutnya.

Erick menambahkan faktor ketidakkonsisten LIB dalam hal bonus kepada juara liga menjadi pemicu perlu dilakukan audit dan penjelasan secara transparan. 

Oleh sebab itu, sebelum Liga berjalan, hal-hal menyangkut keuangan dan manajeman harus sudah dijelaskan dan jangan ada yang disembunyikan

"Saya dengar, dalam kerja sama antara LIB dengan PSSI yang sudah berjalan sebelumnya, ada pembayaran LIB ke PSSI melalui transfer. Nah, hal ini juga akan saya audit nanti, uangnya kemana," Erick menyebutkan.

"Tanpa menyalahkan siapa - siapa. Kan mau terbuka. Apalagi sepakb ola ini milik rakyat. Kami ini hanya ditugaskan untuk membersihkan," tuturnya lagi.

    Terbaru

    Terkait