Partai final LIga Champions antara Manchester City melawan Inter Milan akan berlangsung di Atatürk Olympic Stadium Istanbul Turki Minggu (11/6/2023) pukul 02:00 WIB.
Banyak yang memprediksi Manchester City akan keluar sebagai juaranya dengan melihat kekuatan tim yang ada dan perjalanan Manchester City tahun ini yang sudah meraih gelar juara Liga Premiere Inggris dan Juara Piala FA.
Sementara Inter Milan tahun ini sukses menjuarai Coppa Italia dengan mengalahkan Fiorentina namun di Serie A tim asuhan pelatih Simone Inzhagi ini berada di urutan ketiga.
Mengenai pertandingan final Liga Champions, pengamat sepakbola Ronny Pangemanan menjelaskan kalau partai final siapapun mempunyai kans yang sama untuk menjadi juara karena apapun akan bisa terjadi di lapangan.
Dalam talkshow Sportify, Ronny Pangemanan yang diwawancarai oleh Boy Noya menjelaskan kalau Inter Milan mempunyai kekuatan yang tidak boleh dianggap enteng.
Dengan permainan gaya Italianya kuat dalam bertahan dan serangan balik yang baik dan terbukti Inter Milan tim yang sedikit kebobolan di Liga Champions.
Bermain dengan kekuatan 5 gelandang maka Inter Milan akan kuat di lapangan tengah, Hakan Çalhanolu, Nicolò Barella dan Marcelo Brozovi, mampu memangkas atau menutup aliran bola yang di buat oleh Kevin De Bruyne dan lkay Gündoan untuk penyerangnya Erling Haaland.
Ronny Pangemanan menilai situasi Inter Milan saat ini sama dengan Inter Milan saat menjuarai Liga Champions 2009-2010 , pada saat itu tim asuhan Jose Mourinho, menjadi tim underdog dan menghadapi tim yang kuat dan bagus secara kualitas Bayern Munchen.
Bermain dengan ball possesion lebih banyak tim lawan namun dengan bertahan yang baik dan serangan baliknya yang efektif maka Inter Milan bisa menang 2-0 lewat gol Diego Milito. Dan hal itu bisa juga terjadi kalau Manchester City menganggap enteng Inter Milan.
Manchester City memiliki keunggulan pemain yang berkualitas dan kuat di semua lini, namun kunci dari semua itu menurut Roni Pangemanan adalah dua pemain tengah yang brillian dan punya visi permainan yang luar biasa, Kevin De Bruyne dan lkay Gündoan, saat penyerang Erling Haaland di matikan pergerakannya maka kedua pemain ini akan muncul menjadi solusi.
"Dalam situasi yang menyulitkan Erling Haaland membuat gol karena mendapat kawalan ketat dari lawan maka Kevin De Bruyne dan Ilkay Gundogan akan menjawabnya seperti saat di final Piala FA Ilkay Gundogan membuat dua gol dengan tendangan firsttimenya,” kata Ronny Pangemanan dalam dalam perbincangan INTER MILAN PERNAH JUARA, MANCHESTER CITY PENGEN BANGET, di kanal YouTube @Sportify Indonesia.
Dalam sebuah pertandingan final seperti Liga Champion peluang untuk juara tetap fifty-fifty termasuk juga Manchester City dan Inter Milan, taktik dan juga factor luck akan menjawabnya karena sejarah sudah menjawab tim-tim seperti Red Star Belgrade, Porto, Borussia Dortmund sudah membuktikan dengan menjadi juara dengan statusnya sebagai tim underdog.
Dua pelatih, Pep Guardiola dan Simone Inzhagi merupakan pelatih yang brilliant dan jenius serta kaya akan taktik dan hal ini sudah dibuktikan dengan membawa Manchester City dan Inter Milan ke final.
Baik Pep Guardiola maupun Simone Inzhagi pasti sudah melihat rekaman pertandingan calon lawannya dan sudah mengantongi taktik yang akan dimainkan saat final dan pastinya menurut Ropan panggilan akrab Ronny Pangemanan akan ada pertarungan lini tengah yang sama kuat Manchester City dengan skema 3-2-4-1, sementara Inter Milan dengan 3-5-2.
Tentunya dengan kedalaman skuad yang ada Manchester City lebih baik dibanding Inter Milan selain itu produktifitas tim asuhan Pep Guardiola juga luar biasa namun kembali Ronny Pangemanan mengingatkan jika Manchester City ingin menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya maka jawabannya adalah jangan anggap enteng Inter Milan.
Pertandingan akan berjalan menarik dan aka nada pertarungan gelandang kreatif dari dua tim namun terkait siapa yang menjadi juara Ronny Pangemanan memprediksi Manchester City walau menguasai permainan serta ball possession yang baik namun anak asuh Pep Guardiola menang dengan angka tipis 2-1 kalaupun dengan skor agak banyak tidak lebih dari 2 gol yaitu 2-0 atau 3-1.
Simak selengkapnya di perbincangan INTER MILAN PERNAH JUARA, MANCHESTER CITY PENGEN BANGET, di kanal youtube @sportify Indonesia.
Jangan lupa Subscribe dan Like untuk mendapatkan dialog-dialong menarik lainnya, dalam menambah wawasan perkembangan olahraga lainnya.
Untuk melihat perbincangan INTER MILAN PERNAH JUARA, MANCHESTER CITY PENGEN BANGET, di kanal youtube @sportify Indonesia. Silahkan klik di sini.