PSSI meninjau Si Jalak Harupat Bandung. (Foto: PSSI)

Si Jalak Harupat Harus Terus Bersiap

Bandung - Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20. Namun, kini posisinya terancam.

Pasalnya, ada sejumlah pekerjaan rumah yang wajib dibereskan di stadion tersebut. Yang paling krusial problematik drainase. 

Pihak Kementerian PUPR dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung sudah melakukan perbaikan untuk memastikan tidak ada genangan air saat hujan datang. Dalam sejumlah uji coba, permasalahan satu ini sudah teratasi.

Namun, pengerjaan infrastruktur penunjang masih berproses. Akhir Maret ini kekurangan yang ada diharapkan sudah bisa dibereskan.

Selain itu, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi saat melakukan renovasi. Salah satunya adalah perbedaan standar infrastruktur yang digariskan FIFA. 

Misalnya saja lintasan lari di area yang mengelilingi lapangan wajib ditutup oleh rumput sintetis. Permintaan FIFA sedang dalam proses pengerjaan, diprediksi pada 20 Maret sudah tuntas 100 persen.

"Pemda Jabar sudah berkomitmen membereskan semua sesuai deadline, agar saat FIFA hadir semua beres dan hasilnya maksimal," kata Ketum PSSI Erick Thohir dalam laman resmi federasi.

"Kejuaraan U-20 ini event yang terakhir datang di Asia Tenggara itu 23 tahun lalu, dan belum tentu datang lagi ke IndonesiaJadi ini perlu keseriusan. Saya akan mendorong sekuat tenaga agar stadion ini bisa lolos verifikasi FIFA," lanjutnya.

Sejatinya SJH berpengalaman menggelar event-event sepak bola berskala internasional. Venue yang diresmikan pada Januari 2003 itu pernah jadi salah satu tuan rumah Piala Asia 2007.

Sebagai informasi, Stadion berkapasitas 35.000 orang tersebut terhitung sering menghelat laga-laga internasional kelas AFC yang melibatkan Timnas Indonesia berbagai level. Di level domestik stadion satu ini juga kerap dipakai bertanding klub kebanggaan warga Jawa Barat, Persib Bandung. 

    Terbaru

    Terkait