Para tamu kehormatan yang hadir di Asian Minifootbal Championship 2026. (Foto: FSMI)

Di Balik Layar Penyelenggaraan Asian Minifootball Championship 2026

Sportify.id - Gemuruh pertandingan Asian Minifootball Championship (ANMC) 2026 di ASIOP Stadium, Jakarta, hanyalah bagian yang terlihat dari sebuah penyelenggaraan kejuaraan internasional. Di balik pertandingan yang mempertemukan 10 negara Asia tersebut, terdapat kreasi besar yang melibatkan federasi, pemerintah daerah, perangkat pertandingan, volunteer, official, hingga berbagai unsur pendukung lainnya.

Ketua Umum Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FMSI) yang sekaligus Presiden Asean Minifootball Confederation (ANMC), Eric Tuapattinaya mengungkapkan, Asian Minifootball Championship (AMC) 2026 diselenggarakan oleh Asian Minifootball Confederation (ANMC) dengan FSMI bertindak sebagai Local Organizing Committee (LOC).

Turnamen berlangsung  dari 13-18 September 2026 di Jakarta dan menjadi kejuaraan resmi tingkat Asia yang juga merupakan bagian dari jalur kualifikasi menuju WMF World Championship 2027 di Republik Ceko. Dengan demikian, pertandingan di Jakarta tidak hanya menentukan juara Asia, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan negara-negara peserta menuju panggung dunia.

“Acara ini diselenggarakan oleh Asian Minifootball Confederation bekerja sama dengan Federasi Minifootball Serikat Indonesia sebagai LOC atau Local Organizer. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Eric.

Sebanyak 10 negara ambil bagian dalam turnamen yang terbagi ke dalam dua grup. Grup A dihuni Indonesia, Thailand, India, Irak dan Bangladesh, sedangkan Grup B berisi Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Jepang, Pakistan dan Suriah. Format fase grup menggunakan sistem setengah kompetisi, dengan dua tim teratas dari masing-masing grup berhak melaju ke semifinal.

Skala penyelenggaraan ANMC 2026 juga terlihat dari keterlibatan organisasi minifootball di tingkat Asia dan dunia.

“Yang hadir di sini selain FMSI ada Asian Minifootball Confederation dan juga World Minifootball Federation. Presiden WMF Filip Juda beserta jajaran Executive Committee-nya hadir. Di ANMC juga demikian, termasuk Executive Committee,” kata Eric.

Bukan hanya organisasi penyelenggara yang memiliki struktur berjenjang. Perangkat pertandingan juga berada dalam koordinasi federasi di tingkat Asia dan internasional.

Kehadiran perangkat pertandingan internasional menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan turnamen yang mempertemukan tim-tim nasional dari berbagai negara dengan standar kompetisi yang sama.

“Wasit ditentukan oleh Asian Minifootball Confederation melalui Komite Wasit dengan pengawasan Komite Wasit Internasional,” ujar Eric.

Sebagai LOC, FMSI juga harus berkoordinasi dengan berbagai pihak di luar organisasi olahraga. Eric menyebut dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan ANMC 2026.

Dukungan tersebut, kata dia, tidak berhenti pada aspek administratif.

“Dukungan dari Pemprov DKI sangat luar biasa. Misalnya untuk transportasi, kita bekerja sama dengan TransJakarta. Kemudian untuk keamanan juga didukung oleh Satpol PP,” tutur Eric.

Sementara untuk aspek perizinan, penyelenggara berkoordinasi dengan Mabes Polri.

Dukungan juga diberikan melalui unsur komunikasi dan informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut Eric, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta ikut membantu publikasi kegiatan melalui sejumlah LED yang terpasang di berbagai titik di Jakarta. Dukungan serupa juga datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Kolaborasi bahkan diperluas dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menghadirkan pelajar sebagai bagian dari dukungan penonton dari pelajar selama penyelenggaraan turnamen.

Dengan dukungan tersebut, penyelenggaraan AMC 2026 tidak hanya menjadi agenda federasi olahraga, tetapi juga melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan masyarakat Jakarta.

Pertandingan yang berlangsung di lapangan juga tidak bisa dilepaskan dari ratusan orang yang bekerja di belakang layar.

Eric menyebut hampir 300 orang terlibat dalam penyelenggaraan Asian Minifootball Championship 2026. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk volunteer, wasit, official serta delegasi dari 10 negara peserta.

“Ada hampir 300 orang yang terlibat dalam Asian Minifootball Championship, termasuk volunteer, official, wait dan peserta dari 10 negara yang hadir,” ungkap Eric.

Jumlah tersebut menggambarkan bahwa menyelenggarakan turnamen internasional bukan hanya persoalan menyiapkan lapangan dan jadwal pertandingan. Ada pekerjaan yang berlangsung sejak sebelum pertandingan dimulai hingga seluruh rangkaian kompetisi berakhir.

Mulai dari koordinasi delegasi, perangkat pertandingan, transportasi, keamanan, publikasi, kebutuhan venue hingga pelayanan peserta harus berjalan dalam waktu yang bersamaan.

Menurut Eric, salah satu tantangan terbesar yang tidak banyak terlihat publik adalah memastikan negara-negara peserta dapat hadir di Jakarta.

“Mengumpulkan peserta menjadi tantangan tersendiri. Kita sama-sama tahu ada beberapa negara yang saat ini situasinya sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

“Banyak negara-negara yang sebenarnya mau hadir, akhirnya memutuskan untuk tidak dapat hadir di penyelenggaraan kali ini.”

Bagi FMSI, menjadi tuan rumah bukan semata-mata soal menyelenggarakan pertandingan.

Ada pesan yang ingin disampaikan kepada komunitas minifootball internasional bahwa olahraga tersebut terus berkembang di Indonesia.

“Pertama, kita mau memberi tahu kepada dunia internasional bahwa minifootball di Indonesia itu sudah berkembang pesat,” kata Eric.

“Kedua, kita juga mau memberi tahu kita punya talenta-talenta minifootball yang bisa berprestasi di kancah internasional,” lanjutnya.

Momentum tersebut semakin penting karena AMC 2026 menjadi bagian dari perjalanan menuju WMF World Cup 2027 di Republik Ceko. Situs resmi ANMC menempatkan kejuaraan Jakarta sebagai kualifikasi resmi Asia menuju kejuaraan dunia tersebut.

Eric juga melihat penyelenggaraan ANMC 2026 sebagai bagian dari peluang lebih besar bagi Jakarta dalam mengembangkan olahraga sebagai salah satu daya tarik kota.

Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan olahraga internasional.

“Kita berterima kasih kepada Pemprov DKI yang ternyata sangat concern dengan olahraga. Jakarta ini sangat serius untuk membangun kota Jakarta sebagai kota sport tourism,” ujar Eric.

Menurut dia, minifootball memiliki peluang untuk berkembang lebih luas di Jakarta karena olahraga tersebut relatif dekat dengan masyarakat.

“Kita juga melihat bahwa Jakarta, khususnya untuk minifootball, mereka sudah aware bahwa minifootball itu bisa jadi salah satu pilihan favorit masyarakat Jakarta,” katanya.

Karena itu, Eric berharap dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap AMC 2026 dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih panjang.

“Kita juga melihat Pemprov DKI itu serius untuk mengembangkan minifootball. Insya Allah ke depannya semakin mendukung minifootball, sehingga kita bisa makin banyak menggelar event minifootball bertaraf internasional di ibu kota,” tutup Eric.

Enam hari penyelenggaraan AMC 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara Asia. Di balik kompetisi tersebut terdapat sebuah ekosistem yang mempertemukan federasi Asia, federasi dunia, pemerintah daerah, perangkat pertandingan, volunteer dan para atlet dari berbagai negara.

Jakarta menjadi titik pertemuan seluruh elemen tersebut. Dan bagi Indonesia, menjadi tuan rumah memberikan kesempatan untuk menunjukkan dua hal sekaligus: kemampuan menyelenggarakan kompetisi internasional dan perkembangan minifootball nasional

    Terbaru

    Terkait