Tim pelatih para bulu tangkis Indonesia memutar otak untuk menyiasati kemungkinan jeda jadwal tiap pertandingan yang panjang pada gelaran ASEAN Para Games 2023.
Cabang olahraga (cabor) para bulu tangkis sendiri bakal berlangsung di Morodok Techo Badminton Hall, 3-8 Juni.
Pelatih Muhammad Nurrachman menjelaskan, prediksi panjangnya jeda setiap pertandingan karena venue para bulu tangkis hanya memiliki tiga lapangan.
"Idealnya kan empat sampai lima lapangan. Kalau tiga berarti waktu tunggu untuk laga selanjutnya pasti panjang. Ini yang harus kami siasati," kata Nurrachman di Morodok Techo Badminton Hall, Jumat (2/6/2023).
Dengan hanya berjumlah tiga lapangan, lanjut dia, atlet dikhawatirkan menjadi jenuh karena menunggu waktu bertanding selanjutnya. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu psikologi Leani Ratri Oktila dan kawan-kawan, termasuk fisik yang terkuras karena lama menunggu.
"Kami akan lihat jadwalnya dulu nanti. Kalau semisal main pagi dan sore, lebih baik setelah bertanding pertama langsung kembali ke wisma atlet untuk beristirahat. Karena prediksi kami, pertandingan bisa berlangsung sampai malam," paparnya.
Sementara itu salah satu pebulu tangkis, Qonitah Ikhtiar Syakuroh mengaku siap menghadapi kemungkinan jeda jadwal yang panjang tersebut.
Meski demikian, atlet asal Kulonprogo yang tampil di nomor women SL3 itu memastikan kondisinya sudah siap tempur. "Insya Allah siap. Apalagi saya diberikan target mempertahankan emas seperti di Solo," ucapnya.
Di sisi lain, para bulu tangkis Indonesia datang ke Kamboja dengan berkekuatan 23 atlet. Sebanyak 8 medali emas, 4 perak, 6 perunggu jadi target yang dibidik pada penyelenggaraan ASEAN Para Games 2023.
Target delapan emas itu beberapa diantarnya diberikan kepada Dheva Anrimusthi (tunggal putra SU5), Fredy Setiawan dan Hikmat Ramdani (tunggal SL4), Leani Rarti Oktila (tunggal putri SL4), Subhan (tunggal putra SH6) dan Lina Marlina (tunggal putri SH6).